Badai salju di Washington

Sebarkan :

New York – Korban tewas akibat badai salju di sisi timur Amerika Serikat, bertambah. Hingga hari Minggu (24/1) pagi waktu setempat, korban tewas tercatat berjumlah 18 orang.

Data tersebut berdasarkan informasi yang dilansir AFP, Minggu (24/1/2016). Badai salju yang dijuluki ‘Snowzilla’ itu menerjang Washington DC, New York, dan sekitarnya selama kira-kira 36 jam.

Badai diketahui berhenti pada Sabtu (23/1) menjelang tengah malam. Meski begitu kesengsaraan warga belum selesai, badai membuat salju menumpuk hampir 1 meter di jalanan. Mereka harus membersihkan ‘puing-puing’ salju tersebut agar bisa beraktivitas kembali.

Selain itu, salju juga diberitakan jatuh di kota besar lainnya di pantai timur Amerika Serikat seperti Philadelphia dan Baltimore. Masih seperti dilansir AFP, Ahli Cuaca menyebut badai salju kali ini merupakan kedua yang terburuk sejak 1896.

Baca juga:   Bom Bunuh Diri di Sarinah

Mengacu pada berakhirnya badai pada Sabtu (23/1) malam, pemerintah New York mencabut larangan beraktivitas terhadap warganya yang sempat diberlakukan oleh Gubernur Negara Bagian New York Andrew Cuomo, pada Sabtu (23/1) dini hari.

“Sejauh ini berjalan baik, tapi kami memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” kata Cuomo, Minggu (24/1).

Ahli cuaca memprediksi suhu Washington dan New York pada Minggu (24/1) waktu setempat akan ada di angka 0 derajat celcius dengan langit biru dan sinar matahari menyinari. Meski begitu, ada kekhawatiran akan salju mencair yang dapat menyebabkan banjir dan black ice (salju yang mengeras dan tidak mencair) yang dapat membahayakan lalu lintas.

Sumber: detik 

Leave a Reply

Your email address will not be published.